Tiga menteri anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II yang merupakan pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pagi ini, Senin (12/3/2012), bikin heboh.
Sebuah harian terkemuka di Jakarta menampilkan foto ketiga menteri itu tengah berpose bersama 10 caddy golf, perempuan cantik dan seksi yang biasanya melayani para pegolf ketika sedang bermain golf.
Para perempuan itu mengapit ketiga menteri dalam foto dan mereka menggunakan pakaian yang umum dipakai caddy golf yakni rok mini dan baju lengan pendek yang cukup ketat.
Ketiga menteri itu adalah Menteri ESDM Jero wacik, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, dan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal Helmy Faisal.
Di Twitter, beragam tanggapan muncul mengenai foto ketiga menteri itu.
Ketua DPP Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi, misalnya mengatakan.
"Para Menteri main Golf, wajar saja. Tapi Para Menteri mejeng foto bareng dengan 10 Gadis 'caddyGolf' disaat rakyat prihatin BBM naik,apa pantas?" ujarnya Senin(12/3/2012).
Lebih jauh dikatakan main golf boleh saja sebab golf adalah olahraga kelas menengah atas jadi wajar saja kalau olahraga golf diminati oleh para Menteri.
"Begitupun juga berfoto di lapangan Golf, wajar dilakukan untuk kepentingan dokumentasi pribadi. Namun,bila pejabat tinggi negara setingkat Menteri berfoto ria di lapangan golf bersama para gadis Caddy, apakah juga bisa dianggap wajar?terlebih dipublikasikan secara luas di media masa. Kesannya,sebagai pejabat tinggi Negara tidak berempati pada kondisi masyarakat yg tengah prihatin menghadapi kenaikan BBM didepan mata. Saya berpendapat hal ini kurang elok," ujarnya.
Sementara Mantan Sekretaris BUMN Said Didu dalam akun twitternya mengatakan itu kerjaan EO (event organizer).
Monday, March 12, 2012
Friday, March 9, 2012
Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman KH Raden Fawaid As’ad Dimakamkan di kompleks Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Asembagus, Kabupaten Situbondo
KH Raden Fawaid As’ad Syamsul Arifin, Pengasuh PP Salafiyah Syafiiyah Situbondo, wafat, Jumat (9/3) sekitar pukul 12.15 di Graha Amerta RS Dr Soetomo Surabaya. Dimakamkan di kompleks Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Asembagus, Kabupaten Situbondo, Jatim, Jumat malam setelah isya.
Ribuan pelayat mengantar jenazah di pemakaman keluarga. Pemakaman dilakukan tepatnya di sebelah barat Ponpes atau di belakang Masjid Jami Ibrahimi, Sukorejo.
Jenazah kiai muda kharismatik yang akrab dipanggil Kia Fawaid tiba di rumah duka sekitar 17.20 WIB, setelah menempuh perjalanan dari RS Graha Amerta Surabaya. Ratusan personel polisi, TNI dan petugas keamanan Ponpes Sukorejo dikerahkan untuk mengamankan mobil jenazah. Sesampainya di lingkungan ponpes, jenazah langsung dimandikan dan didoakan oleh beberapa kerabat dekat almarhum.
Karena saking banyaknya pelayat yang datang, pelaksanaan shalat jenazah yang dilaksanakan di Masjid Jami Ibrahimi itu dilaksanakan secara bergelombang. Guyuran hujan tak menyurutkan langkah ribuan pelayat yang mengantarkan jenazah almarhum ke peristirahatan terakhirnya.
"Makam Kiai Fawaid berada persis di bawah kaki makam abahnya dan bersebelahan dengan makam Hj Zainiyah As'ad (kakak almarhum). Itu hasil rapat keluarga dan wakil pengasuh ponpes," tutur H.A Muhiyiddin Khatib, salah satu orang dekat keluarga almarhum KHR A. Fawaid As’ad, Jumat (9/3) malam.
Jenazah almarhum KHR Fawaid As'ad dimakamkan sekitar pukul 19.40 WIB, di belakang Masjid Jamik Ibrahimy, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo.
KH Fawaid yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Situbondo menderita diabetes dan jantung. KH Fawaid dibawa ke Surabaya Jumat pagi sehabis subuh, bukan pukul 10.00 WIB sebagaimana diberitakan sebelumnya.
Ribuan pelayat mengantar jenazah di pemakaman keluarga. Pemakaman dilakukan tepatnya di sebelah barat Ponpes atau di belakang Masjid Jami Ibrahimi, Sukorejo.
Jenazah kiai muda kharismatik yang akrab dipanggil Kia Fawaid tiba di rumah duka sekitar 17.20 WIB, setelah menempuh perjalanan dari RS Graha Amerta Surabaya. Ratusan personel polisi, TNI dan petugas keamanan Ponpes Sukorejo dikerahkan untuk mengamankan mobil jenazah. Sesampainya di lingkungan ponpes, jenazah langsung dimandikan dan didoakan oleh beberapa kerabat dekat almarhum.
Karena saking banyaknya pelayat yang datang, pelaksanaan shalat jenazah yang dilaksanakan di Masjid Jami Ibrahimi itu dilaksanakan secara bergelombang. Guyuran hujan tak menyurutkan langkah ribuan pelayat yang mengantarkan jenazah almarhum ke peristirahatan terakhirnya.
"Makam Kiai Fawaid berada persis di bawah kaki makam abahnya dan bersebelahan dengan makam Hj Zainiyah As'ad (kakak almarhum). Itu hasil rapat keluarga dan wakil pengasuh ponpes," tutur H.A Muhiyiddin Khatib, salah satu orang dekat keluarga almarhum KHR A. Fawaid As’ad, Jumat (9/3) malam.
Jenazah almarhum KHR Fawaid As'ad dimakamkan sekitar pukul 19.40 WIB, di belakang Masjid Jamik Ibrahimy, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo.
KH Fawaid yang kini menjabat sebagai Ketua DPC PPP Kabupaten Situbondo menderita diabetes dan jantung. KH Fawaid dibawa ke Surabaya Jumat pagi sehabis subuh, bukan pukul 10.00 WIB sebagaimana diberitakan sebelumnya.
Innalillahi, KHR. Fawaid As'ad Samsul Arifin Meninggal Dunia pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo Situbondo,
Lagi, berita duka datang untuk keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU). KHR. Ahmad Fawaid As'ad Samsul Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Safi’iyah Sukorejo Situbondo, meninggal dunia.
Kiai Fawaid meninggal dunia dalam usia yang sangat muda, yaitu 43 tahun. Putra dari Kiai Syamsul Arifin itu meninggal dunia di Graha Amerta RS Dr. Soetomo, Surabaya, Jum'at (9/3), pukul 12.15 WIB.
Sekretaris DPC PPP Situbondo Sumardi Mufid membenarkan wafatnya Pengasuh Ponpes di Situbondo dan sangat disegani tersebut. "KH Fawaid dirujuk dari RS Situbondo semalam ke RS Dr Soetomo, beliau merasa sakit sebulan belakangan ini," katanya.
Sumardi menambahkan, sepengetahuannya Kiai Fawaid memiliki riwayat sakit jantung dan kencing manis.
"Rencananya jenazah akan dimakam di Ponpes Salfiyah di Sikorejo, satu kompleks dengan makam ayahanda Kiai Syamsul Arifin," tambah Sumardi.
Kiai Fawaid saat ini tercatat sebagai Ketua DPC PPP Situbondo, dengan masa jabatan sampai 2016 mendatang. Jabatan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah periode 2006 - 2011 menduduki posisi yang sama.
Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, yang saat ini masih di Aljazair, menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Kiai Fawaid.
"Atas nama NU dan pribadi saya turut berduka. Beliau masih muda, tapi disegani di kalangan Kiai di Jawa Timur dan Pulau Jawa pada umumnya," ungkap Kiai Said.
Warna NU juga disarankan melakukan takziah ke rumah duka, atau mendirikan salat ghaib bagi yang berhalangan melakukannya secara langsung.
Kiai Fawaid meninggal dunia dalam usia yang sangat muda, yaitu 43 tahun. Putra dari Kiai Syamsul Arifin itu meninggal dunia di Graha Amerta RS Dr. Soetomo, Surabaya, Jum'at (9/3), pukul 12.15 WIB.
Sekretaris DPC PPP Situbondo Sumardi Mufid membenarkan wafatnya Pengasuh Ponpes di Situbondo dan sangat disegani tersebut. "KH Fawaid dirujuk dari RS Situbondo semalam ke RS Dr Soetomo, beliau merasa sakit sebulan belakangan ini," katanya.
Sumardi menambahkan, sepengetahuannya Kiai Fawaid memiliki riwayat sakit jantung dan kencing manis.
"Rencananya jenazah akan dimakam di Ponpes Salfiyah di Sikorejo, satu kompleks dengan makam ayahanda Kiai Syamsul Arifin," tambah Sumardi.
Kiai Fawaid saat ini tercatat sebagai Ketua DPC PPP Situbondo, dengan masa jabatan sampai 2016 mendatang. Jabatan ini merupakan yang kedua kalinya, setelah periode 2006 - 2011 menduduki posisi yang sama.
Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj, yang saat ini masih di Aljazair, menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya Kiai Fawaid.
"Atas nama NU dan pribadi saya turut berduka. Beliau masih muda, tapi disegani di kalangan Kiai di Jawa Timur dan Pulau Jawa pada umumnya," ungkap Kiai Said.
Warna NU juga disarankan melakukan takziah ke rumah duka, atau mendirikan salat ghaib bagi yang berhalangan melakukannya secara langsung.
Kyai Fawaid Dimakamkan Disebelah Makam Ayahnya
Situbonfo - Puluhan ribu pelayat dan santri mengantar almarhum KHR Ahmad Fawaid As'ad ke tempat peristirahatan terakhirnya. Kiai Fawaid dimakamkan disebelah makam ayahandanya KHR As'ad Syamsul Arifin.
"Makam Kiai Fawaid berada persis di bawah kaki makam abahnya dan bersebelahan dengan makam Hj Zainiyah As'ad (kakak almarhum). Itu hasil rapat keluarga dan wakil pengasuh ponpes," tutur H.A Muhiyiddin Khatib, salah satu orang dekat keluarga almarhum KHR A. Fawaid As’ad, Jumat (9/3/2012) malam.
Jenazah almarhum KHR Fawaid As'ad dimakamkan sekitar pukul 19.40 WIB, di belakang Masjid Jamik Ibrahimy, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo.
Suasana histeris mengiringi proses pemakaman cucu KHR Syamsul Arifin itu. Sepanjang perjalanan dari rumah duka menuju Masjid Jamik Ibrahimy, mobil ambulance yang mengangkut jenazah terus dikerumuni ribuan pelayat.
Sembari terus mengumandangkan tahlil, sebagian pelayat memanggil-manggil nama Kiai Fawaid dengan histeris. Diantaranya juga melambaikan tangan saat mobil ambulance melintas.
Begitu tiba di Masjid Jamik Ibrahimy, jenazah langsung disalatkan dengan imam KH A Zuhri Zaini dari Paiton Probolinggp. Tampak ikut dalam jamaah salat janazah, adik kandung Kiai Fawaid yakni KHR Kholil As'ad dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah.
Selain itu, sederet ulama dari berbagai daerah di Jawa Timur juga ikut hadir, di antaranya KH Muhyiddin Abdus Somad (Jember), KH Malik Sanusi dan KH Salwa Arifin (Bondowoso), dan KH A Dailami Ahmad (Banyuwangi).
Salat janazah diikuti oleh puluhan ribu jamaah hingga Masjid Jamik Ibrohimy yang berkapasitas 10 ribu rang itu tidak mampu menampung. Sehingga sebagian jamaah tumpah ke pelataran dan halaman masjid. Bahkan mereka juga tak beranjak saat hujan deras mengguyur lingkungan ponpes Sukorejo.
"Makam Kiai Fawaid berada persis di bawah kaki makam abahnya dan bersebelahan dengan makam Hj Zainiyah As'ad (kakak almarhum). Itu hasil rapat keluarga dan wakil pengasuh ponpes," tutur H.A Muhiyiddin Khatib, salah satu orang dekat keluarga almarhum KHR A. Fawaid As’ad, Jumat (9/3/2012) malam.
Jenazah almarhum KHR Fawaid As'ad dimakamkan sekitar pukul 19.40 WIB, di belakang Masjid Jamik Ibrahimy, Ponpes Salafiyah Syafi'iyah, Sukorejo, Situbondo.
Suasana histeris mengiringi proses pemakaman cucu KHR Syamsul Arifin itu. Sepanjang perjalanan dari rumah duka menuju Masjid Jamik Ibrahimy, mobil ambulance yang mengangkut jenazah terus dikerumuni ribuan pelayat.
Sembari terus mengumandangkan tahlil, sebagian pelayat memanggil-manggil nama Kiai Fawaid dengan histeris. Diantaranya juga melambaikan tangan saat mobil ambulance melintas.
Begitu tiba di Masjid Jamik Ibrahimy, jenazah langsung disalatkan dengan imam KH A Zuhri Zaini dari Paiton Probolinggp. Tampak ikut dalam jamaah salat janazah, adik kandung Kiai Fawaid yakni KHR Kholil As'ad dan Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah.
Selain itu, sederet ulama dari berbagai daerah di Jawa Timur juga ikut hadir, di antaranya KH Muhyiddin Abdus Somad (Jember), KH Malik Sanusi dan KH Salwa Arifin (Bondowoso), dan KH A Dailami Ahmad (Banyuwangi).
Salat janazah diikuti oleh puluhan ribu jamaah hingga Masjid Jamik Ibrohimy yang berkapasitas 10 ribu rang itu tidak mampu menampung. Sehingga sebagian jamaah tumpah ke pelataran dan halaman masjid. Bahkan mereka juga tak beranjak saat hujan deras mengguyur lingkungan ponpes Sukorejo.
Wednesday, February 29, 2012
Timnas Dicukur Bahrain 0-10 dalam laga kualifikasi Pra Piala Dunia
Tim nasional Indonesia harus menelan kekalahan memalukan 0-10 atas tuan rumah Bahrain dalam laga kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014 Grup E Zona Asia di Stadion Nasional Manama, Rabu (29/2). Sayed Dhiya menjadi pahlawan Bahrain lewat tiga gol yang dibukukannya pada menit ke 62, 82 dan 90.
Tanda-tanda kekalahan Indonesia telah terlihat pada menit ketiga. Kartu merah yang didapat oleh Samsidar mengubah arah pertandingan. Samsidar harus dikeluarkan akibat mengganjal penyerang Bahrain di kotak penalti. Eksekusi yang diambil oleh Abdullatif berhasil menembus penjaga gawang pengganti Andi Muhammad Guntur. Bahrain pun unggul 1-0 pada menit ke 6.
Selepas itu, Bahrain semakin bersemangat untuk mencetak gol tambahan. Wajar, mengingat mereka membutuhkan sembilan gol untuk memastikan langkah ke babak selanjutnya. Terbukti satu gol dari A. Omar dan dua gol dari Mahmood Abdulrahman membuat Bahrain mengakhiri babak pertama dengan 4-0.
Memasuki babak kedua, Bahrain semakin bersemangat untuk memberondong gawang Indonesia. Akan tetapi, gol yang ditunggu-tunggu baru hadir pada menit ke 60 lewat A. Taleb. Setelah gol tersebut, tambahan lima gol dari Sayed Dhiya (tiga gol), A. Taleb, Abdullatif membuat Bahrain menutup laga dengan skor 10-0.
Laga juga diwarnai oleh kartu merah yang didapat pelatih Indonesia Aji Santoso. Aji dipaksa oleh wasit untuk meninggalkan lapangan setelah memprotes keras keputusan wasit yang dinilainya memihak Bahrain.
Meskipun menang telak, Bahrain tetap gagal melaju ke putaran akhir kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014. Hal tersebut disebabkan hasil imbang 2-2 yang mewarnai laga Iran kontra Qatar pada waktu yang sama. Sehingga Iran dan Qatar yang berhak mewakili Grup E pada babak selanjutnya.
Tanda-tanda kekalahan Indonesia telah terlihat pada menit ketiga. Kartu merah yang didapat oleh Samsidar mengubah arah pertandingan. Samsidar harus dikeluarkan akibat mengganjal penyerang Bahrain di kotak penalti. Eksekusi yang diambil oleh Abdullatif berhasil menembus penjaga gawang pengganti Andi Muhammad Guntur. Bahrain pun unggul 1-0 pada menit ke 6.
Selepas itu, Bahrain semakin bersemangat untuk mencetak gol tambahan. Wajar, mengingat mereka membutuhkan sembilan gol untuk memastikan langkah ke babak selanjutnya. Terbukti satu gol dari A. Omar dan dua gol dari Mahmood Abdulrahman membuat Bahrain mengakhiri babak pertama dengan 4-0.
Memasuki babak kedua, Bahrain semakin bersemangat untuk memberondong gawang Indonesia. Akan tetapi, gol yang ditunggu-tunggu baru hadir pada menit ke 60 lewat A. Taleb. Setelah gol tersebut, tambahan lima gol dari Sayed Dhiya (tiga gol), A. Taleb, Abdullatif membuat Bahrain menutup laga dengan skor 10-0.
Laga juga diwarnai oleh kartu merah yang didapat pelatih Indonesia Aji Santoso. Aji dipaksa oleh wasit untuk meninggalkan lapangan setelah memprotes keras keputusan wasit yang dinilainya memihak Bahrain.
Meskipun menang telak, Bahrain tetap gagal melaju ke putaran akhir kualifikasi Pra-Piala Dunia 2014. Hal tersebut disebabkan hasil imbang 2-2 yang mewarnai laga Iran kontra Qatar pada waktu yang sama. Sehingga Iran dan Qatar yang berhak mewakili Grup E pada babak selanjutnya.
Dahlan: Nirwan-Panigoro "Bertempur" Saja di Lapangan Tentang Sepak Bola Indonesia
Di tengah kisruh berkepanjangan kepengurusan PSSI, Menteri BUMN Dahlan Iskan menyampaikan pemikiran agar prestasi tim nasional sepak bola Indonesia tidak jeblok, yaitu Nirwan dan Panigoro "bertempur" saja di Lapangan.
"Saya punya ide, bagaimana jika Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro mendirikan saja klub sepak bola, terus bertarung di lapangan. Buktikan tim siapa yang paling kuat," kata Dahlan di Jakarta, Kamis.
Menurut mantan manajer Persebaya Surabaya ini, daripada keduanya bertengkar terus dan prestasi sepak bola nasional tidak jelas, lebih baik mereka bertempur di lapangan melalui klubnya masing-masing.
"Mereka itu punya kemampuan dana dan kecintaan terhadap sepak bola. Jadi, seharusnya bisa membentuk klub bola yang bagus. Kalau memang hebat tentu bisa menjadi klub sekelas Barcelona maupun Real Madrid," ucap pria kelahiran Magetan, Jatim, ini.
Timnas Indonesia, Rabu malam (29/2) pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E Zona Asia dipermalukan 10-0 oleh Bahrain.
Sejumlah kalangan menuding kekalahan tersebut lebih karena salah urus dan politisasi di tubuh PSSI.
Dahlan diminta tanggapan seputar perlunya figur yang tepat untuk menjadi Ketua Umum PSSI, di tengah minimnya prestasi persebakbolaan di Tanah Air.
Mantan Dirut PT PLN ini mengatakan hingga kini tetap tidak tertarik masuk PSSI, meskipun permintaan dari berbagai kalangan masih terus mengalir.
"Soal sepak bola saya sudah pada tingkat insyaf. Saya tidak akan pernah tergoda untuk menjadi pengurus PSSI, apalagi Ketua Umum," ucap mantan Ketua PWI Jatim ini.
Menurut Dahlan, dirinya memang masih geregetan melihat dunia sepak bola Indonesia yang tidak kunjung mengukir prestasi.
"Bagaimana ya...susah kalau sepak bola sudah dipolitisasi. Sulit untuk membenahinya," tukasnya.
"Saya punya ide, bagaimana jika Nirwan Bakrie dan Arifin Panigoro mendirikan saja klub sepak bola, terus bertarung di lapangan. Buktikan tim siapa yang paling kuat," kata Dahlan di Jakarta, Kamis.
Menurut mantan manajer Persebaya Surabaya ini, daripada keduanya bertengkar terus dan prestasi sepak bola nasional tidak jelas, lebih baik mereka bertempur di lapangan melalui klubnya masing-masing.
"Mereka itu punya kemampuan dana dan kecintaan terhadap sepak bola. Jadi, seharusnya bisa membentuk klub bola yang bagus. Kalau memang hebat tentu bisa menjadi klub sekelas Barcelona maupun Real Madrid," ucap pria kelahiran Magetan, Jatim, ini.
Timnas Indonesia, Rabu malam (29/2) pada babak kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E Zona Asia dipermalukan 10-0 oleh Bahrain.
Sejumlah kalangan menuding kekalahan tersebut lebih karena salah urus dan politisasi di tubuh PSSI.
Dahlan diminta tanggapan seputar perlunya figur yang tepat untuk menjadi Ketua Umum PSSI, di tengah minimnya prestasi persebakbolaan di Tanah Air.
Mantan Dirut PT PLN ini mengatakan hingga kini tetap tidak tertarik masuk PSSI, meskipun permintaan dari berbagai kalangan masih terus mengalir.
"Soal sepak bola saya sudah pada tingkat insyaf. Saya tidak akan pernah tergoda untuk menjadi pengurus PSSI, apalagi Ketua Umum," ucap mantan Ketua PWI Jatim ini.
Menurut Dahlan, dirinya memang masih geregetan melihat dunia sepak bola Indonesia yang tidak kunjung mengukir prestasi.
"Bagaimana ya...susah kalau sepak bola sudah dipolitisasi. Sulit untuk membenahinya," tukasnya.
Anas Dinilai Sulit Berkelit dari kasus yang membelinya
Posisi Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum dinilai kian tersudut setelah tampilnya empat saksi dalam sidang perkara suap wisma atlet di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu 29 Februari 2012 kemarin.
Empat saksi yang meringankan terdakwa Muhammad Nazaruddin itu, adalah: Heri Sunandari sopir operasional Grup Permai, Hidayat sopir Yulianis, A'an Ihyauddin sopir Nazaruddin, dan Ferdian Riko Baskoro mantan manajer HRD Anugrah Nusantara dan Grup Permai.
Heri dalam sidang mengatakan pernah tiga kali memberikan uang perusahaan kepada Anas, pada 2009, 2010, dan 2011. Pada Maret 2011, Heri membawa uang USD 1 juta ke rumah Anas di Duren Sawit. Uang itu dari Yulianis dan Oktarina Furi, keduanya staf keuangan Grup Permai, perusahaan milik Nazar.
Sebelum tiba di rumah Anas, Heri dapat telepon dari Yulianis agar memberikan uang itu kepada Yadi, sopir pribadi Anas. "Kami bertemu di sekitar Jalan Tendean," kata dia. Heri menyodorkan uang itu kepada Yadi untuk diserahkan ke Anas.
Saksi lain, Hidayat, sopir Yulianis, mengatakan pernah mengantar tiga mobil: Alphard, Camry, dan Harrier ke rumah Anas pada 2009 dan 2010. A'an Ihyauddin juga menyebut keterlibatan Anas di Grup Permai. Dia bersama Hidayat, Heri, serta Baskoro mengatakan Anas berkali-kali datang ke kantor PT Anugrah Nusantara maupun di Tower Permai.
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril menilai keterangan sejumlah saksi itu menyulitkan Anas untuk berkelit. "Sehingga Anas harus segera diperiksa," kata Oce.
Anas sebelum ini sudah berkali-kali menampik berbagai tudingan kubu Nazar. "Itu hanya halusinasi," kata Anas.
Empat saksi yang meringankan terdakwa Muhammad Nazaruddin itu, adalah: Heri Sunandari sopir operasional Grup Permai, Hidayat sopir Yulianis, A'an Ihyauddin sopir Nazaruddin, dan Ferdian Riko Baskoro mantan manajer HRD Anugrah Nusantara dan Grup Permai.
Heri dalam sidang mengatakan pernah tiga kali memberikan uang perusahaan kepada Anas, pada 2009, 2010, dan 2011. Pada Maret 2011, Heri membawa uang USD 1 juta ke rumah Anas di Duren Sawit. Uang itu dari Yulianis dan Oktarina Furi, keduanya staf keuangan Grup Permai, perusahaan milik Nazar.
Sebelum tiba di rumah Anas, Heri dapat telepon dari Yulianis agar memberikan uang itu kepada Yadi, sopir pribadi Anas. "Kami bertemu di sekitar Jalan Tendean," kata dia. Heri menyodorkan uang itu kepada Yadi untuk diserahkan ke Anas.
Saksi lain, Hidayat, sopir Yulianis, mengatakan pernah mengantar tiga mobil: Alphard, Camry, dan Harrier ke rumah Anas pada 2009 dan 2010. A'an Ihyauddin juga menyebut keterlibatan Anas di Grup Permai. Dia bersama Hidayat, Heri, serta Baskoro mengatakan Anas berkali-kali datang ke kantor PT Anugrah Nusantara maupun di Tower Permai.
Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gadjah Mada, Oce Madril menilai keterangan sejumlah saksi itu menyulitkan Anas untuk berkelit. "Sehingga Anas harus segera diperiksa," kata Oce.
Anas sebelum ini sudah berkali-kali menampik berbagai tudingan kubu Nazar. "Itu hanya halusinasi," kata Anas.
Subscribe to:
Posts (Atom)